Dua tahun setelah Michelin masuk Jakarta, dampaknya terhadap industri restoran lokal mulai terasa nyata. Kami menelusuri proses seleksi dan kriteria penilaian mereka.
Kisah para pedagang legendaris yang tetap setia melayani meski kota berubah di sekeliling mereka.
Dari single origin Flores hingga natural Aceh Gayo — roastery-roastery ini membuktikan kopi Indonesia tidak kalah dari specialty import.
Fusion paling tak terduga 2026 — pastry Prancis bertemu rendang Padang. Antrean 2 jam bukan omong kosong.
📍 Cipete, Jakarta SelatanKedai baru di PIK ini membuat mie tiaw dengan kaldu tulang yang direbus 12 jam nonstop. Kuah kental dan umami.
📍 PIK, Jakarta UtaraBabi guling, lawar, sate lilit — dalam format plating modern tanpa kehilangan cita rasa tradisional.
📍 Senopati, Jakarta SelatanKlepon mochi lembut di bawah caramelized sugar crust, ditemani es krim gula aren artisanal.
📍 Kemang, Jakarta SelatanJakarta bukan hanya ibu kota politik dan bisnis. Di balik gedung-gedung bertingkat dan kemacetan yang melegenda, tersembunyi ekosistem kuliner yang mungkin paling beragam di Asia Tenggara. LAPAKSPIN hadir untuk mendokumentasikan, merayakan, dan memperkenalkan kekayaan itu kepada dunia.
Di gang-gang sempit Pecinan Glodok, seorang nenek berusia 78 tahun masih bangun pukul 3 pagi untuk menguleni adonan pangsit dengan resep yang dibawa kakeknya dari Fujian pada tahun 1930-an. Di Condet, seorang penjual kerak telor generasi kelima menjaga tradisi Betawi yang nyaris punah. LAPAKSPIN menemukan mereka, mendokumentasikan ceritanya, dan memastikan warisan rasa ini tidak hilang ditelan pembangunan.
Michelin boleh memberikan bintang kepada restoran mewah. Tapi siapa pun yang pernah tinggal di Jakarta tahu bahwa jiwa kuliner kota ini ada di trotoar, di gerobak yang didorong sore hari, di warung tenda yang baru buka menjelang matahari terbenam. LAPAKSPIN memberikan perhatian setara kepada penjual nasi uduk pinggir jalan dan chef lulusan Le Cordon Bleu.
Kolom street food kami meliput dari yang legendaris — sate Padang Ajo Ramon di Sabang yang sudah beroperasi sejak 1960-an — hingga yang baru viral, seperti taco truck pertama di Menteng yang menggabungkan cita rasa Mexican dengan sambal matah Bali.
Sepuluh tahun lalu, minum kopi di Jakarta berarti kopi sachet di warung atau Americano di Starbucks. Hari ini, kota ini menjadi rumah bagi lebih dari 3.000 kedai kopi. LAPAKSPIN meliput revolusi kopi ini dari dalam: mengunjungi petani di Flores dan Toraja, mengikuti proses roasting di gudang Jakarta Barat, dan mewawancarai barista yang memenangkan kompetisi nasional.
Lebih dari 320 kontributor aktif dari seluruh Jabodetabek menyumbangkan review, foto, dan cerita kuliner mereka ke platform kami. Forum diskusi menjadi tempat bertukar rekomendasi, berbagi pengalaman makan yang memorable, dan mengorganisir food crawl bersama di akhir pekan.
Platform LAPAKSPIN dirancang untuk pengalaman membaca yang nyaman di semua perangkat. Registrasi gratis dan kurang dari 2 menit. Setelah bergabung, Anda bisa mengakses seluruh konten, mengirim review, menyimpan bookmark, dan mendapatkan notifikasi setiap kali kami menerbitkan liputan baru.